Minggu, 18 November 2012
Panda Terancam, Bambu Mungkin Akan Punah Akibat Perubahan Iklim
Meskipun mereka adalah salah satu spesies hewan yang paling dicintai di Bumi, panda tidak terlindung dari pengaruh buruk akibat perubahan iklim.
Menurut sebuah studi baru, peningkatan suhu yang diperkirakan akan terjadi di Cina selama satu abad ke depan akan berdampak serius pada tanaman bambu, yang menjadi sumber makanan utama panda.
Hanya jika bambu dapat dipindahkan ke habitat baru yang terletak di daerah lebih tinggi, maka akan ada kesempatan bagi panda untuk bertahan.
Namun, jika program konservasi berjalan terlalu lambat, manusia dan aktivitasnya bisa merebut semua habitat baru yang mampu mendukung pertumbuhan bambu di dunia yang semakin panas tersebut.
Para peneliti menggunakan berbagai model perubahan iklim untuk memproyeksikan masa depan tiga jenis bambu di wilayah Qinling Mountain di China, yang mewakili sekitar seperempat total habitat panda yang tersisa. Model tersebut memberikan prediksi spesifik yang berbeda, tetapi semuanya memperkirakan kenaikan suhu dalam satu abad ke depan.
Hasil penelitian menunjukkan, jika bambu dibatasi dengan wilayah distribusi seperti saat ini, sekitar 80-100 persen bambu akan menghilang pada akhir abad ke-21, karena bambu tidak akan bisa tumbuh pada suhu yang semakin meningkat.
Jika bambu bisa dipindahkan ke daerah yang lebih dingin (yang akan mencapai suhu yang sama seperti habitat bambu saat ini, bahkan ketika terjadi pemanasan), maka masih ada harapan. Namun, itu semua masih tergantung pada sejauh mana manusia dapat mengurangi perubahan iklim dengan membatasi emisi gas rumah kaca di masa depan.
Banyak panda di alam liar saat ini tinggal di cagar alam yang dilindungi. Namun, hampir semua tanah di cagar alam tersebut tidak akan cocok bagi bambu jika temperatur dunia naik seperti yang diperkirakan.
Namun jika ahli pelestarian merencanakan mempercepat pemindahan cagar alam yang sejalan dengan perubahan habitat bambu, maka masih ada kemungkinan untuk melestarikan tanah yang diperlukan untuk habitat panda.
Perubahan iklim bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi panda raksasa, yang merupakan salah satu spesies paling langka di dunia, ujar seorang peneliti. Kegiatan manusia sangat membatasi habitat binatang dan ketergantungan mereka pada satu sumber makanan. Makanan yang tidak bernutrisi atau tidak kaya energi, tidak akan membantu.
Selain habitat asli mereka di Cina, panda hidup di kebun binatang di seluruh dunia dan pusat penangkaran. Tapi Liu tidak memperkirakan masa depan yang cerah bagi panda jika mereka kehilangan habitat liar mereka.
Dikutip dari yahoo news 18 november 2012
Label:
artikel
Langganan:
Postingan (Atom)


